Monday, July 20, 2009

Self-Healing, Does It Exist ?

It all started with an ice cream
Jumat sore saat akan bersiap-siap pulang, saya iseng melihat pantry lantai 11 kantor saya bekerja. Ternyata di kulkas masih ada Ice Cream yang sengaja dibeli untuk merayakan ulang tahun salah seorang manager di kantor saya satu hari sebelumnya. Awalnya Thia dengan malu-malu bertanya, mau makan ice cream-nya ngga ? Saya jawab dengan langsung mencomot piring kecil dan garpu dari rak, lalu saya gelontorkan di meja makan. Bagaikan telepati, Thia a.k.a Ny.Shadiq langsung paham langkah selanjutnya, yaitu mengeluarkan ice cream tersebut dari kulkas. Dalam waktu singkat, tamatlah riwayat si Ice Cream. Tak berapa lama setelah itu, Thia dan Dias (2 orang roommate saya di kantor), beranjak pulang sebelum waktunya, because they both had a flight to catch. Dan dalam kesendirian saya di ruangan itulah rasa dingin itu mulai menyerang. Brr, kok tiba-tiba saya menggigil ya. Bukan menggigil hebat sih, tapi ya terasa saja bedanya dari yang tadinya biasa saja menjadi tiba-tiba dingin. Dalam hati firasat berkata " yah, mau sakit nih ...eh tapi sakit kok diniatin, kalo diikhlasin gak apa-apa, asal jangan diniatin ...
". Mungkin karena pengaruh dinginnya ice cream tadi atau memang kondisi tubuh yang sedang tidak prima, saya pulang ke kosan hari Jumat itu dengan merasa sedikit kedinginan. Setelah menyantap kebab sebagai makan malam, saya bingung perlukah minum panadol ? Tapi rasa-rasanya masih belum perlu, toh badan ngga terasa panas or demam. Akhirnya malam itu saya habiskan dengan 1 bungkus tolak angin biru dan tidur lebih awal.

Flying Feeling
Sabtu dini hari saya terbangun dengan perut keroncongan, ternyata 1 kebab small size tidak cukup kuat menambal rasa lapar. Akhirnya setelah melakukan ini dan itu dan menunggu shubuh tiba, saya pun safari subuh sepanjang Jl. Benhil mencari Warung Indomie. Nah, pada saat ini lah sensasi aneh itu muncul ... Setiap kali saya melangkahkan kaki, rasanya seperti "fly", terbang, sensasi yang hanya muncul ketika saya habis mengkonsumsi obat flu yang biasanya mengandung CTM (saya selalu mengasosiasikan "fly" ini dengan CTM, entah benar atau tidak secara farmakologis, yang jelas CTM itu bikin ngantuk). Sensasi aneh ini berlanjut sampai pagi menjelang. Saya sebut aneh karena sensasi ini terjadi secara alami dan bukan karena pengaruh obat apapun. Apakah mungkin ini pengaruh Tolak Angin yang saya minum satu malam sebelumnya ? Entahlah, yang jelas saya adalah pelanggan setia Tolak Angin, dan belum pernah merasakan sensasi ini sebelumnya. Saya seperti merasa diobati dari dalam oleh sesuatu .. Loh kok jadinya seperti pengalaman religi ya ? Entahlah ... Yang jelas saya bersyukur hal ini terjadi sehingga saya bisa menyelesaikan agenda saya di hari Sabtu yang memang sangat penting bagi saya.

Akhirnya saya memang meminum Panadol hijau, tapi itu baru terjadi pada Minggu siang .... dan hanya 4 butir saja yang sempat singgah ke tubuh saya dalam rentang waktu Minggu & Senin. Sensasi terbang di mana kaki terasa sangat ringan kembali menerpa saat saya berada di Wisma BNI mengikuti acara MSA. Intinya yang membuat saya heran sekaligus bersyukur adalah :
1. Tidak enak badan ini terjadi saat liburan, jadi tidak perlu cuti atau izin
2. Tanpa perlu obat, rasa sembuh yang diindikasikan dengan perasaan terbang itu sudah muncul

About the MSA
Saatnya kembali ke jalan yang benar, yaitu menjawab pertanyaan Rahma mengenai acara MSA. Awalnya sempat heran dengan konsep acaranya yang banyak selingan nyanyian. Tapi setelah menyesuaikan dengan orang-orang di sekitar, saya cukup menikmati keseluruhan acara. Kali ini artisnya adalah KIPAS dengan beberapa orang ustadz bergiliran membawakan materi tentang Rasulullah di Jakarta Intl Club Function Hall yang tidak terlalu besar & berhijab untuk memisahkan laki-laki & perempuan. Materi pertama sepertinya saya lewat karena saya datang terlambat. Materi kedua adalah tentang pentingnya memahami bangunan kenabian, pentingnya mengenal apa nabi/Rasul itu, bukan hanya Siapa Rasul itu. Materi ketiga berbicara mengenai Hijrah Rasulullah. Dari awal hingga akhir, diceritakan kisah hidup Rasulullah Muhammad SAW dari mulai lahir, pernikahan agung dengan Khadijah, pengangkatan menjadi Rasulullah, Isra Miraj, hingga wafatnya beliau, semuanya dipadukan dalam monolog, nyanyian, materi, puisi, doa, dll (persis yang Rahma bilang). Quote yang berkesan bagi saya dari acara ini ada 2:
1. Nasihat Rasulullah saat beliau akan hijrah dari Makkah ke Yatsrib (Madinah) : " Barangsiapa berhijrah dengan tujuan semata-mata hanya untuk menemukan Allah & RasulNya, niscaya pasti akan menemukan Allah dan RasulNya. Dan barangsiapa berhijrah dengan tujuan untuk menemukan dunia, niscaya pasti hanya akan menemukan tujuannya, yaitu dunia".
2. Pada saat penutupan ada semacam muhasabah yang biasa dilakukan saat pesantren kilat atau acara mabit, tepatnya pasca Tahajud berjamaah. Biasanya kita pasti menangis bombay di acara seperti ini karena yang diungkit adalah Ibu kita, Ibu kita, orang tua kita, dosa-dosa kita, dll.... Di acara ini, juga terjadi tangisan tapi bukan karena membayangkan orang tua kita, melainkan karena membayangkan Rasulullah ... segala kesabaran beliau, keteladanan beliau, syafaat dari beliau untuk kita dan orang tua kita, dll. Ustadz yang membawakan muhasabah ini bisa menaruh sesuatu yang berbeda dari acara muhasabah2 lainnya.

Begitulah kira-kira reportase dari saya ... Entahlah bisa diambil hikmahnya atau cuman saya saja yang Curcol, jadi mohon maaf ya buat para pembaca yang budiman dan budiwati, hehehehe ....

No comments:

Post a Comment