Wednesday, January 21, 2009

Do we ever had anything ?

Pernahkah terbersit di benak anda tentang apa yang anda miliki saat ini, pernah anda miliki di masa lalu, atau sesuatu yang anda idam-idamkan untuk miliki ? Do we people really possess those things ? To make it simple, i'll just share something here.
Hari Rabu 15 Januari lalu, saya mengalami musibah kecil. Dalam perjalanan pulang dari tempat kerja di GKBI Sudirman ke tempat kos di Benhil, saya terperosok ke dalam selokan. Hal ini terjadi karena selokan tersebut tertutupi banjir, sehingga menghalangi pandangan saya. Walhasil, rusaklah kedua HP yang saya miliki, di mana salah satunya baru saja 1 bulan saya miliki alias baru beli. Dalam keadaan basah kuyup saya berjalan gontai menuju kosan setelah berhasil bangkit dari selokan tersebut. Singkat kata, HP baru saya tersebut rusak dan tidak bisa digunakan kembali.
Malam itu hanya satu hal yang muncul di kepala saya yang untungnya ngga kemasukan air got sehingga masih bisa berpikir jernih, yaitu apa yang saya rasa adalah milik saya ternyata bukan milik saya. Instead semuanya adalah pinjaman or in the other way hanyalah titipan semata dari Allah kepada saya. Hal ini tentu saja sudah sering kita dengar (for those who are moeslem) di dalam khutbah jumat atau ceramah-ceramah agama, bahwasanya semua hal di dunia ini (anak, istri, suami, harta kekayaan, jabatan, etc you just mention it) sejatinya kepunyaan Allah yang Dia titipkan kepada kita untuk nantinya kita pertanggungjawniabkan di akhirat kelak. Kehilangan kali ini memang bukan kali pertama saya kehilangan sesuatu. Bahkan dulu saya pernah kehilangan seseorang dan sesuatu yang jauh lebih berharga dari sekadar HP baru. But what happenned now kinda woke me up from slumber. Saya seperti disadarkan bahwa gampang saja bagi Allah untuk mengambil kembali apa-apa yang memang sejatinya adalah milik-Nya.
Sedih ketika kehilangan seseorang atau sesuatu adalah hal yang lumrah dan manusiawi. Even Rasulullah Muhammad SAW saja pernah memasuki masa berduka kalau tidak salah ketika Khadijah mangkat menuju sang Khalik. Tapi jangan jadikan unsur manusia dalam diri kita menjadi pembenaran bagi kita untuk sedih terus menerus. Jika anda menginginkan sesuatu, mintalah kepada pemilik segala sesuatu itu. Just have some faith people. Jika anda kehilangan sesuatu, let it go and start searching for something even better that you have lost. Jika anda belum mendapatkan apa yang anda benar-benar idamkan, mungkin hanya masalah waktu saja sebelum anda mendapatkannya. Ketika itu terjadi, bisa saja yang anda peroleh tidak sama persis dengan keinginan anda, tapi saya yakin substansinya sama, bahkan lebih baik. Kadang kita sering "sok tahu" tentang apa yang terbaik bagi diri kita. Padahal Allah telah mengirimkan sinyal dan pertanda bahwa ada sesuatu atau seseorang yang jauh lebih baik. Pada tahap ini hanya satu solusinya, murnikanlah hati nurani kita, sehingga sang hati bisa menjadi tempat terakhir untuk kita bertanya. Karena melalui hati inilah kita bisa berkomunikasi dengan-Nya. Let's do it together !

1 comment:

  1. hahaha.... betul pak... ini ilham yang didapatkan secara tak terduga... hehe...

    tp emg bener... if we lose something, maybe it wasn't rally meant for us... tp kalo kita bener2 ikhlas melepaskan sesuatu, biasanya we'll get something so much better in return...

    ReplyDelete