Wednesday, January 21, 2009

AC MILAN: Forever You and Me

Jika selama ini kita sering mendengar The Red Devil sebagai Manchester United, maka kini saatnya bagi setan merah dari daratan italia unjuk gigi. Ill Diavolo Rosso alias si setan merah a.k.a AC Milan adalah sebuah klub sepakbola yang berdiri pada 1899. Dari gua TK sampai sekarang, cinta gua hanya untuk AC Milan. Ngga tahu kenapa kok gua cinta banget yah ama Milan...meski prestasinya pasang surut. Gua inget banget dulu tahun 1998-an pas Milan lagi terpuruk-terpuruknya di Serie A. Saat itu terjadi pergantian pelatih berkali-kali, mulai Oscar Tabarez sampai akhirnya Don Fabio (baca: Fabio Capello) dipanggil kembali untuk menukangi Milan. Tapi tetep aja Milan ngga bisa bangkit meski udah manggil pemain-pemain top kala itu semacam Christian Ziege, Kuintet Belanda (Edgar Davids, Michael Reiziger, Patrick Kluivert, Winston Bogarde), etc. Banyak orang mencibir Milan, bahkan temen-temen gua yang ngaku Milanisti, mulai satu persatu mencampakkan label Milanistinya karena malu dan kalah debat dengan Juventini, Internisti, dan Romanisti perihal anjognya prestasi Milan. Tapi rasa cinta gua ama Rossoneri ngga pernah pudar. Sampai akhirnya Milan ditukangi Alberto Zacheroni dan akhirnya merebut takhta scudetto dari Juventus pada season 1999-2000.
Rasa cinta ini timbul pertama kali ketika gua masih TK, yaitu saat almarhum Bokap ngasih gua hadiah lebaran sepasang baju dan celana berwarna merah hitam. Bokap gua bilang, baju baru gua kayak seragam AC Milan. Nah Lho, anak TK dibilangin tentang kayak ginian mana ngerti ?! Semenjak saat itu, gua banyak nanya ke Bokap, AC Milan tuh apaan sih ? Saat itu (tahun 1988-an) memang AC Milan lagi jaya-jayanya. Trio Belanda Ruud Gullit, Marco Van Basten dan Franck Rijkaard benar-benar nancep di benak gw sebagai new idols gw saat itu.
Semenjak saat itu sampai sekarang gua cinta mati ama Milan... Idol gw di Milan saat ini adalah Andrea Pirlo. Gua suka cara main dia. Playmaker yang flexible dan mampu memainkan peran baru yang diberikan Carlo Ancelotti sebagai Deep Playmaker, atau dengan kata lain gelandang bertahan yang bertugas merancang serangan dari lini belakang-tengah. Even gua udah suka ama Pirlo pas dia masih main di Brescia, sebelum doi dipinang ama Inter Milan. And you know what...hati ini meledak gembira pas baca koran Bola di awal tahun 2000-an yang memberitakan bahwa Pirlo pindah ke AC Milan. It's like a dream comes true to have andrea worn Milan Jersey number 21. Tantangan ngga berhenti sampai di sini buat Andrea, karena at the same time Milan juga mengontrak Manuel Rui Costa, Clarence Seedorf, dan akhirnya Kaka datang pada tahun 2003. Ketiga pemain ini memiliki peran yang sama dengan Andrea Pirlo yaitu Playmaker atau kita sebut Fantasista di Italy. Di tahap inilah, Pirlo menunjukkan kelasnya sebagai pemain yang tak tergantikkan di Milan karena Andrea telah berevolusi menjadi Deep Playmaker yang ngga semua pemain mampu melakukannya. Salah satu mimpi gua adalah nonton Milan main di San Siro dan ketemu langsung ama Andrea Pirlo. Ada yang mau ikut ama gua ? Kita backpacker-an aja ntar..Hahahaha...Hope it will become true.

No comments:

Post a Comment