Wednesday, January 28, 2009

Ayoo Indonesia..Kita Harus Menang...

Indonesia Vs Aussie 28 Januari kemarin adalah debut gue nonton langsung aksinya Bung BP dan Om Boas di Senayan... Wuih atmosfearnya mantabbs coy.. Meski cuman partai kualifikasi Piala Asia tapi udah kayak final aja semangat dan dukungan penonton ! Kayaknya kita udah kangen banget timnas kita bisa main di pentas ingternasional.. Ngga kebayang kalau Timnas masuk final Piala Asia misalnya, terus main di senayan..wuih gelegar penontonnya udah pasti bakal bikin mental pemain lawan jiper. Overall permainan Timnas kita kemarin lebih baik daripada waktu lawan Oman. Tapi tetep aja, variasi serangan yang minim, dan kurang terkoordinasinya lini depan, bikin Timnas kita lemah di penyelesaian akhir. Beda banget ama Aussie, yang meski hanya menurunkan pemain lapis kedua bahkan mungkin ketiganya, tetap bisa main terorganisir. Nomor punggung pemain-pemain Aussie kayak metromini di Jakarta cuy, ada 66 = Manggarai Blok M, 72 = lebak bulus Blok M, hahahaha.... Udah gitu gue sempet lihat ada gerombolan Bule Aussie yang naik Koantas Bima yang warnanya kuning ntu loh..sambil bawa bendera Aussie. Udah kayak The Jak aja kalau Persija mau main.... Gokil cuy... Gue juga belajar lagu baru dari pertandingan ini yang liriknya simpel "Ayoo Indonesia..Kita Harus Menang...". Lastly, two thumbs up buat The jak mania yang ngga kenal cape teriak-teriak sambil nabuh alat "perang"nya sepanjang 94 menit permainan. See you in the next Timnas Game !

Tuesday, January 27, 2009

Still a (new) Bestfriend of Mine..

Senangnya gue, akhirnya bisa juga bangun pagi di hari Minggu... Everything went so well that i found my life again. Haaaahh... Beberapa hari terakhir ini semangat gue muncul lagi, semangat untuk berubah, jadi Kamen RIder..hahahaha.. At least jadi Kamen Rider buat diri sendiri. I wanna leave my bad habit all behind... Sampe beberapa minggu yang lalu, gue masih merasakan efek buruk hidup gue yang ngga teratur, yaitu sulitnya gue untuk mengingat nama orang ! Apakah gue jadi pikun ? Ngga tuh, gue cuman menjalani hidup di rel yang sedikit melenceng kemarin. And guess what ? Setelah gue bisa breaking the habit (kayak Om Chester bilang), gue bisa inget nama orang yang baru kenalan ama gue beberapa minggu yang lalu. Buat gue ini hal yang lumayan gede. Gue bisa inget nama interviewer YISC gw, Mas Khairul. Lalu barusan gue ketemu OB GKBI, padahal pertama kenalan sekaligus terakhir ngobrol udah lama banget, it's been ages... But thanks God, gw manggil Agus and dia nengok...Hahahaha... Everything just seemed perfect when i got a brand new best friend pas Minggu 25 Januari lalu. Jadi pengen nyanyi incognito Still a friend of mine.... Plus ditambah lagi Kongkow-kongkow ama sepupu-sepupu yang udah lama pisahan..wuihh, gokil tuh kemaren kita main.... So, just like Dolores said..."oh my life, changing everyday, every possible way...."....

Wednesday, January 21, 2009

Pirlo Wonder Pass in World Cup 2006

Andrea Pirlo memang jagoan dalam memberikan assisst yang unpredictable oleh lawan...
Salah satunya di Semifinal World Cup 2006 saat Italy bertemu Germany. Pada saat kedudukan masih 0-0 di masa injury time menit ke 119, Italy mendapatkan corner yang dieksekusi oleh Del Piero. Hasil rebound dari corner tersebut, bola jatuh ke kaki Andrea. Selanjutnya, Andrea melakukan no look pass ke Fabio Grosso dalam hitungan detik, yang kemudian mengkonversinya menjadi sebuah gol indah melalui tendangan pisang. Mantaps kan ? In a slight second, Andrea bisa membuat keputusan yang tepat. Koordinasi otak, mata, dan kakinya memang brilian. Salute buat Andrea !

AC MILAN: Forever You and Me

Jika selama ini kita sering mendengar The Red Devil sebagai Manchester United, maka kini saatnya bagi setan merah dari daratan italia unjuk gigi. Ill Diavolo Rosso alias si setan merah a.k.a AC Milan adalah sebuah klub sepakbola yang berdiri pada 1899. Dari gua TK sampai sekarang, cinta gua hanya untuk AC Milan. Ngga tahu kenapa kok gua cinta banget yah ama Milan...meski prestasinya pasang surut. Gua inget banget dulu tahun 1998-an pas Milan lagi terpuruk-terpuruknya di Serie A. Saat itu terjadi pergantian pelatih berkali-kali, mulai Oscar Tabarez sampai akhirnya Don Fabio (baca: Fabio Capello) dipanggil kembali untuk menukangi Milan. Tapi tetep aja Milan ngga bisa bangkit meski udah manggil pemain-pemain top kala itu semacam Christian Ziege, Kuintet Belanda (Edgar Davids, Michael Reiziger, Patrick Kluivert, Winston Bogarde), etc. Banyak orang mencibir Milan, bahkan temen-temen gua yang ngaku Milanisti, mulai satu persatu mencampakkan label Milanistinya karena malu dan kalah debat dengan Juventini, Internisti, dan Romanisti perihal anjognya prestasi Milan. Tapi rasa cinta gua ama Rossoneri ngga pernah pudar. Sampai akhirnya Milan ditukangi Alberto Zacheroni dan akhirnya merebut takhta scudetto dari Juventus pada season 1999-2000.
Rasa cinta ini timbul pertama kali ketika gua masih TK, yaitu saat almarhum Bokap ngasih gua hadiah lebaran sepasang baju dan celana berwarna merah hitam. Bokap gua bilang, baju baru gua kayak seragam AC Milan. Nah Lho, anak TK dibilangin tentang kayak ginian mana ngerti ?! Semenjak saat itu, gua banyak nanya ke Bokap, AC Milan tuh apaan sih ? Saat itu (tahun 1988-an) memang AC Milan lagi jaya-jayanya. Trio Belanda Ruud Gullit, Marco Van Basten dan Franck Rijkaard benar-benar nancep di benak gw sebagai new idols gw saat itu.
Semenjak saat itu sampai sekarang gua cinta mati ama Milan... Idol gw di Milan saat ini adalah Andrea Pirlo. Gua suka cara main dia. Playmaker yang flexible dan mampu memainkan peran baru yang diberikan Carlo Ancelotti sebagai Deep Playmaker, atau dengan kata lain gelandang bertahan yang bertugas merancang serangan dari lini belakang-tengah. Even gua udah suka ama Pirlo pas dia masih main di Brescia, sebelum doi dipinang ama Inter Milan. And you know what...hati ini meledak gembira pas baca koran Bola di awal tahun 2000-an yang memberitakan bahwa Pirlo pindah ke AC Milan. It's like a dream comes true to have andrea worn Milan Jersey number 21. Tantangan ngga berhenti sampai di sini buat Andrea, karena at the same time Milan juga mengontrak Manuel Rui Costa, Clarence Seedorf, dan akhirnya Kaka datang pada tahun 2003. Ketiga pemain ini memiliki peran yang sama dengan Andrea Pirlo yaitu Playmaker atau kita sebut Fantasista di Italy. Di tahap inilah, Pirlo menunjukkan kelasnya sebagai pemain yang tak tergantikkan di Milan karena Andrea telah berevolusi menjadi Deep Playmaker yang ngga semua pemain mampu melakukannya. Salah satu mimpi gua adalah nonton Milan main di San Siro dan ketemu langsung ama Andrea Pirlo. Ada yang mau ikut ama gua ? Kita backpacker-an aja ntar..Hahahaha...Hope it will become true.

Do we ever had anything ?

Pernahkah terbersit di benak anda tentang apa yang anda miliki saat ini, pernah anda miliki di masa lalu, atau sesuatu yang anda idam-idamkan untuk miliki ? Do we people really possess those things ? To make it simple, i'll just share something here.
Hari Rabu 15 Januari lalu, saya mengalami musibah kecil. Dalam perjalanan pulang dari tempat kerja di GKBI Sudirman ke tempat kos di Benhil, saya terperosok ke dalam selokan. Hal ini terjadi karena selokan tersebut tertutupi banjir, sehingga menghalangi pandangan saya. Walhasil, rusaklah kedua HP yang saya miliki, di mana salah satunya baru saja 1 bulan saya miliki alias baru beli. Dalam keadaan basah kuyup saya berjalan gontai menuju kosan setelah berhasil bangkit dari selokan tersebut. Singkat kata, HP baru saya tersebut rusak dan tidak bisa digunakan kembali.
Malam itu hanya satu hal yang muncul di kepala saya yang untungnya ngga kemasukan air got sehingga masih bisa berpikir jernih, yaitu apa yang saya rasa adalah milik saya ternyata bukan milik saya. Instead semuanya adalah pinjaman or in the other way hanyalah titipan semata dari Allah kepada saya. Hal ini tentu saja sudah sering kita dengar (for those who are moeslem) di dalam khutbah jumat atau ceramah-ceramah agama, bahwasanya semua hal di dunia ini (anak, istri, suami, harta kekayaan, jabatan, etc you just mention it) sejatinya kepunyaan Allah yang Dia titipkan kepada kita untuk nantinya kita pertanggungjawniabkan di akhirat kelak. Kehilangan kali ini memang bukan kali pertama saya kehilangan sesuatu. Bahkan dulu saya pernah kehilangan seseorang dan sesuatu yang jauh lebih berharga dari sekadar HP baru. But what happenned now kinda woke me up from slumber. Saya seperti disadarkan bahwa gampang saja bagi Allah untuk mengambil kembali apa-apa yang memang sejatinya adalah milik-Nya.
Sedih ketika kehilangan seseorang atau sesuatu adalah hal yang lumrah dan manusiawi. Even Rasulullah Muhammad SAW saja pernah memasuki masa berduka kalau tidak salah ketika Khadijah mangkat menuju sang Khalik. Tapi jangan jadikan unsur manusia dalam diri kita menjadi pembenaran bagi kita untuk sedih terus menerus. Jika anda menginginkan sesuatu, mintalah kepada pemilik segala sesuatu itu. Just have some faith people. Jika anda kehilangan sesuatu, let it go and start searching for something even better that you have lost. Jika anda belum mendapatkan apa yang anda benar-benar idamkan, mungkin hanya masalah waktu saja sebelum anda mendapatkannya. Ketika itu terjadi, bisa saja yang anda peroleh tidak sama persis dengan keinginan anda, tapi saya yakin substansinya sama, bahkan lebih baik. Kadang kita sering "sok tahu" tentang apa yang terbaik bagi diri kita. Padahal Allah telah mengirimkan sinyal dan pertanda bahwa ada sesuatu atau seseorang yang jauh lebih baik. Pada tahap ini hanya satu solusinya, murnikanlah hati nurani kita, sehingga sang hati bisa menjadi tempat terakhir untuk kita bertanya. Karena melalui hati inilah kita bisa berkomunikasi dengan-Nya. Let's do it together !