Monday, July 20, 2009

Self-Healing, Does It Exist ?

It all started with an ice cream
Jumat sore saat akan bersiap-siap pulang, saya iseng melihat pantry lantai 11 kantor saya bekerja. Ternyata di kulkas masih ada Ice Cream yang sengaja dibeli untuk merayakan ulang tahun salah seorang manager di kantor saya satu hari sebelumnya. Awalnya Thia dengan malu-malu bertanya, mau makan ice cream-nya ngga ? Saya jawab dengan langsung mencomot piring kecil dan garpu dari rak, lalu saya gelontorkan di meja makan. Bagaikan telepati, Thia a.k.a Ny.Shadiq langsung paham langkah selanjutnya, yaitu mengeluarkan ice cream tersebut dari kulkas. Dalam waktu singkat, tamatlah riwayat si Ice Cream. Tak berapa lama setelah itu, Thia dan Dias (2 orang roommate saya di kantor), beranjak pulang sebelum waktunya, because they both had a flight to catch. Dan dalam kesendirian saya di ruangan itulah rasa dingin itu mulai menyerang. Brr, kok tiba-tiba saya menggigil ya. Bukan menggigil hebat sih, tapi ya terasa saja bedanya dari yang tadinya biasa saja menjadi tiba-tiba dingin. Dalam hati firasat berkata " yah, mau sakit nih ...eh tapi sakit kok diniatin, kalo diikhlasin gak apa-apa, asal jangan diniatin ...
". Mungkin karena pengaruh dinginnya ice cream tadi atau memang kondisi tubuh yang sedang tidak prima, saya pulang ke kosan hari Jumat itu dengan merasa sedikit kedinginan. Setelah menyantap kebab sebagai makan malam, saya bingung perlukah minum panadol ? Tapi rasa-rasanya masih belum perlu, toh badan ngga terasa panas or demam. Akhirnya malam itu saya habiskan dengan 1 bungkus tolak angin biru dan tidur lebih awal.

Flying Feeling
Sabtu dini hari saya terbangun dengan perut keroncongan, ternyata 1 kebab small size tidak cukup kuat menambal rasa lapar. Akhirnya setelah melakukan ini dan itu dan menunggu shubuh tiba, saya pun safari subuh sepanjang Jl. Benhil mencari Warung Indomie. Nah, pada saat ini lah sensasi aneh itu muncul ... Setiap kali saya melangkahkan kaki, rasanya seperti "fly", terbang, sensasi yang hanya muncul ketika saya habis mengkonsumsi obat flu yang biasanya mengandung CTM (saya selalu mengasosiasikan "fly" ini dengan CTM, entah benar atau tidak secara farmakologis, yang jelas CTM itu bikin ngantuk). Sensasi aneh ini berlanjut sampai pagi menjelang. Saya sebut aneh karena sensasi ini terjadi secara alami dan bukan karena pengaruh obat apapun. Apakah mungkin ini pengaruh Tolak Angin yang saya minum satu malam sebelumnya ? Entahlah, yang jelas saya adalah pelanggan setia Tolak Angin, dan belum pernah merasakan sensasi ini sebelumnya. Saya seperti merasa diobati dari dalam oleh sesuatu .. Loh kok jadinya seperti pengalaman religi ya ? Entahlah ... Yang jelas saya bersyukur hal ini terjadi sehingga saya bisa menyelesaikan agenda saya di hari Sabtu yang memang sangat penting bagi saya.

Akhirnya saya memang meminum Panadol hijau, tapi itu baru terjadi pada Minggu siang .... dan hanya 4 butir saja yang sempat singgah ke tubuh saya dalam rentang waktu Minggu & Senin. Sensasi terbang di mana kaki terasa sangat ringan kembali menerpa saat saya berada di Wisma BNI mengikuti acara MSA. Intinya yang membuat saya heran sekaligus bersyukur adalah :
1. Tidak enak badan ini terjadi saat liburan, jadi tidak perlu cuti atau izin
2. Tanpa perlu obat, rasa sembuh yang diindikasikan dengan perasaan terbang itu sudah muncul

About the MSA
Saatnya kembali ke jalan yang benar, yaitu menjawab pertanyaan Rahma mengenai acara MSA. Awalnya sempat heran dengan konsep acaranya yang banyak selingan nyanyian. Tapi setelah menyesuaikan dengan orang-orang di sekitar, saya cukup menikmati keseluruhan acara. Kali ini artisnya adalah KIPAS dengan beberapa orang ustadz bergiliran membawakan materi tentang Rasulullah di Jakarta Intl Club Function Hall yang tidak terlalu besar & berhijab untuk memisahkan laki-laki & perempuan. Materi pertama sepertinya saya lewat karena saya datang terlambat. Materi kedua adalah tentang pentingnya memahami bangunan kenabian, pentingnya mengenal apa nabi/Rasul itu, bukan hanya Siapa Rasul itu. Materi ketiga berbicara mengenai Hijrah Rasulullah. Dari awal hingga akhir, diceritakan kisah hidup Rasulullah Muhammad SAW dari mulai lahir, pernikahan agung dengan Khadijah, pengangkatan menjadi Rasulullah, Isra Miraj, hingga wafatnya beliau, semuanya dipadukan dalam monolog, nyanyian, materi, puisi, doa, dll (persis yang Rahma bilang). Quote yang berkesan bagi saya dari acara ini ada 2:
1. Nasihat Rasulullah saat beliau akan hijrah dari Makkah ke Yatsrib (Madinah) : " Barangsiapa berhijrah dengan tujuan semata-mata hanya untuk menemukan Allah & RasulNya, niscaya pasti akan menemukan Allah dan RasulNya. Dan barangsiapa berhijrah dengan tujuan untuk menemukan dunia, niscaya pasti hanya akan menemukan tujuannya, yaitu dunia".
2. Pada saat penutupan ada semacam muhasabah yang biasa dilakukan saat pesantren kilat atau acara mabit, tepatnya pasca Tahajud berjamaah. Biasanya kita pasti menangis bombay di acara seperti ini karena yang diungkit adalah Ibu kita, Ibu kita, orang tua kita, dosa-dosa kita, dll.... Di acara ini, juga terjadi tangisan tapi bukan karena membayangkan orang tua kita, melainkan karena membayangkan Rasulullah ... segala kesabaran beliau, keteladanan beliau, syafaat dari beliau untuk kita dan orang tua kita, dll. Ustadz yang membawakan muhasabah ini bisa menaruh sesuatu yang berbeda dari acara muhasabah2 lainnya.

Begitulah kira-kira reportase dari saya ... Entahlah bisa diambil hikmahnya atau cuman saya saja yang Curcol, jadi mohon maaf ya buat para pembaca yang budiman dan budiwati, hehehehe ....

Wednesday, July 8, 2009

Is This An Ending Or A New Beginning ? (July 9, 2009)

Hidup memang unpredictable. Kita tidak akan pernah tahu persis apa yang akan terjadi besok. Kemarin semuanya masih terasa damai di dalam hati ini. Semuanya masih tertata dengan rapi dalam harmoni yang menurut saya sudah according to plan. Namun, hanya gara-gara hal sepele, keteraturan itu buyar seketika, masih untung ia tidak berubah menjadi chaos yang bisa menghancurkan hal-hal yang sebetulnya tidak perlu hancur. It felt like i was pushed against the wall by other when i actually was also pushing myself. Harmoni yang saya jaga adalah sebuah keseimbangan bersumber dari kalimat “menyegerakan tetapi tidak tergesa-gesa”.

I was holding on that sentence until now. Dear Lord is this a sign from You that i have to finish this as soon as possible ? Please tell me and give me a clue Lord. Because it felt like i have done all the best that i could in order to accomplish this mission, but suddenly in the middle of the day other came to me and said that i wasn’t good enough, i wasn’t fast enough. Is this true Lord, that i wasn’t good & fast enough ? You know what’s open and what’s hidden. You know me better than i know myself. Please correct me if i’m wrong Lord, i felt like i have already been running when someone else told me that i was walking ... Please guide my way into Your way Lord. Now, I am determined to run even faster. I just want to finish this mission, no matter what the result may be ... Maybe at the end of the day, i do not get what i want, but i believe You know what’s better for me than i do... Is this related with thoughts about my mother coming into my mind each time i wanted to go to sleep ?

Soon all the questions will be answered ... Maybe it will be bitter, maybe it will become very sweet ... I do not know, and i do not wanna know ... I do not care. I just wanna this to be over, either into an absolute ending or a chapter of a brand new beginning ... Wallahu’alam.

Monday, July 6, 2009

Hanya ada satu Unpad bagiku

Barusan saya mencoba nambahin fitur video di blog ini, the one and only video i ever uploaded to youtube at least up to now. A video named Nidji Kecak Remix. Judulnya emang ngga penting banget, apalagi orang-orang di dalemnya (peace ya yen, vi, may, Nis, Na, hehehe LoL). Ngga ada niat untuk nonton video ini lagi karena memang saya sudah berulang kali nonton nih short clip, dan setiap kali nonton, nih clip ngga pernah gagal bikin saya kayak orang gila, termasuk kali ini. Each time i watch this, it always makes me cry and laugh at the same time. Credit for Vivi yang udah buat and compile clip ini. Yen, vi, may, Nis, Na, kalian lagi apa ? Di mana ? Sama siapa ? Lagi ngerasa apa ? Saya pengen tau ... Karena saya kangen kalian. Dulu pas perasaan kayak gini muncul pertama kali, kira-kira 3 bulan yang lalu, saya sms kalian malam-malam selepas saya nonton clip ini. Waktu itu Vivi balas kayak gini "Malam2 usil bgt smsin orang..makanya pideo jangan diliat, belom ada industri farmasi yang menciptakan obat kangen, makanya hati2 ama yang namanya kangen". Sms dari kamu Vi, belom saya delete sampai sekarang. Kesan saya pertama baca ini, ih Vi sok tegar lo Vi, sok kuat lo ... Masa sih lo ngga ngerasa kangen juga ? Masa sih hati lo ngga nyesss each time liat clip ini, liat orang-orang di dalamnya yang udah sering berbagi apa saja, suka, duka, jurnal praktikum, contekan jawaban, reagen, timbangan di lab galenik, cerita yang paliiiiing pribadi banget, curhatan tentang cowok or cewek, dumelan kondisi kampus yang kadang bikin kita sebel banget, aa tedi yang baik banget, Bu keri yang anggun banget, ahhh... Masa-masa itu telah berlalu. Belum lagi kalau kita inget masa-masa diskusi kita menjelang kompre, wuih setiap ada space kosong, di situlah kita berada saling bertukar ilmu, mulai dari di tempat Eni, kosan Ratna, kosan Elis, dll. Masa sih Vi kamu ngga mencelos hatinya mengingat masa-masa ini ? Coba mundur lebih jauh lagi, ke masa-masa semester awal kita, kesibukan kita manage Himafar (gue), Rohis (ivi), BEM KEMA (Nisa banget, hehehe), Lab Kimdas (yeyen), BEM MIPA (Ratna and Maya, Ratna dengan Yanuarnya, Maya dengan Ojinya). Mundur ? Apakah kita harus mundur ? Kan waktu sudah ngga mungkin bisa mundur ? Kan ngga mungkin kita bisa hidup dalam masa lalu ? Habis gimana ya, kalian itu memang tak tergantikan ! Kalian itu udah jadi satu paket dengan Unpad Jatinangor yang sangat saya cintain. Unpad oh Unpad, dicintai tapi kadang dimaki ... Ingin rasanya bisa membekukan semua kenangan indah kita di Unpad, baik kenangan yang kita lalui bersama, maupun yang kita lalui masing-masing selama kita tinggal dan menetap di Jatinangor. Lihat kita sekarang, saya ngga tahu kabar kalian kayak gimana ! Saya ngga dateng ke nikahannya Maya ! Temen macam apa sebenarnya saya ini ? Maafin ya teman-temanku, maafin ya Unpadku ... Andai pun kita bisa berkumpul kembali, paling hanya beberapa jam di sebuah Mall di jakarta/Bandung atau di 21 atau di Gedung Pernikahan somewhere saat salah satu dari kalian menikah. Tapi saya ingin berkumpul dengan kalian selamanya. Saya ngga mau berpisah dengan orang-orang dan almamater yang saya cintai ... sangat. Hihihi ... hanya ada satu jalan keluar terhadap keposesifan yang sedang melanda diri ini. All we can do is to be a better person everyday, so that someday we can meet again, we can gather again eternally in His heaven. Mudah-mudahan kalian juga mencintai saya sebagaimana saya mencintai kalian ... Mudah-mudahan kita bisa memberikan syafaat terhadap orang-orang yang kita cintai agar kita ngga akan pernah terpisah lagi ... agar kita bisa berkumpul selamanya di surgaMu ya Allah. Jangan pisahkan kami ya Rabb, karena hanya ada satu Unpad bagiku...

Thursday, July 2, 2009

Sebuah Nasihat (untuk diri sendiri)

Katanya yang pertama dihisab kelak setelah kita dibangkitkan kembali pasca kematian ada 2 hal :
1. Shalat kita
2. Masa muda kita dihabiskan untuk apa ...

So nasihat untuk diri sendiri dan kepada semua ikhwatifillahu (rekan2 yg dirahmati Allah), hayu atuh urang rame2 jadi orang yang muttaqin, simple loh ... cuman perlu konsisten menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya ... Sederhana kan ? Saya yakin kita semua sudah tahu apa saja perintah2 & larangan2 tersebut, baik dalam hubungan vertikal kita dengan sang Khalik maupun interaksi horizontal kita dengan sesama makhluk. Baca: bukan dengan manusia saja loh, tapi dengan semua ciptaan Allah, baik benda hidup maupun benda mati, karena bukankah semua ciptaan Allah itu bertasbih kepadaNya ?. Karena ngga mau kan kita buang sampah sembarangan yang bisa menyebabkan banjir misalnya, ketika benda berwujud sampah itu sedang bertasbih kepada Allah, dan benda tersebut mendoakan kita agar mendapat azab atas kedzaliman (sekecil apapun) yang kita lakukan dengan mengotori alam tersebut. Nah, dalam kasus ini, ternyata jangan lah jadi insan muttaqin yang egois, yang mau selamat dunia-akhirat sendiri saja, but please ajak juga istri/suamimu, ibu, adik, kakak, dan seluruh orang2 yang kamu cintai & sayangi untuk kembali ke jalan ketauhidan. Hati2 loh ... jaman sekarang yang namanya kemusyrikan itu bersifat kontemporer, artinya ngga gampang terdeteksi kalau yang kita lakukan itu sangat dekat dengan kemusyrikan. Saya ngga bermaksud membahas pergi ke dukun atau menyembah berhala dan yang sejenisnya, karena saya yakin teman2 sudah paham tentang ini. Yang saya maksud adalah apakah kita sudah benar2 yakin bahwa perilaku kita sehari-hari sudah mencerminkan ikrar kita yang merupakan rukun Islam yang pertama: " Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi Muhammad itu Rasul Allah" ? Bagaimana kita bisa dengan percaya dirinya mengklaim kita sudah Islam dan pasti masuk surga (mungkin setelah beberapa saat menjalani pemurnian di neraka), ketika kita belum yakin sepenuhnya bahwa rizki, jodoh dan kematian adalah di tangan Allah, dan sama sekali bukan kewenangan makhlukNya ?

Akan saya bahas satu persatu ... Pertama dalam hal rizki, coba renungkan perilaku kita di kantor dan setelah pulang dari kantor. Mungkin ini kritikan untuk diri saya sendiri.... Sering kali kita merasa bahwa nasib kita ditentukan oleh bos kita, kenaikan gaji dan pangkat kita adalah kewenangan bos kita, kita bahkan percaya bahwa uang dan materi adalah tujuan akhir dari pekerjaan yang kita lakukan.Menurut hemat saya, ketika kita menautkan nasib kita di tangan makhlukNya, dan bukannya terhadapNya, kita sudah dekat dengan kemusyrikan modern. Dan hati-hatilah, musyrik itu dosa yang tidak bisa diampuni.
Selepas membanting tulang di kantor, kadang kita merasa layak dan sudah sewajarnya menikmati hidup, entah dengan belanja sesuatu yang tidak benar2 kita butuhkan dan mulai memakai segala hal yang bermerek mulai dari pakaian luar sampai pakaian dalam, makan dan clubbing di tempat yang mewah dan sangat dekat dengan khamar-zinah, berlibur ke Bali atau ke luar negeri, ... semuanya atas nama gaya hidup dan dengan justifikasi "Work hard, play hard". Saat kita mengenakan pakaian bermerek dan sedang bersenang-senang tersebut pernahkah barang sejenak kita ingat pengemis yang berderetan di jembatan penyebrangan di seantero jakarta, pengamen anak jalanan yang datang setiap 3 menit sekali ketika anda makan di pinggir Jl. Bendungan Hilir Jakarta, ngga usah jauh2 ke Afrika or Palestina lah. Atau bahkan yang lebih dekat lagi, adakah keluarga kita yang sebenarnya bisa kita bantu, entah untuk keperluan sekolah atau untuk kebutuhan primer yang mereka tidak bisa penuhi sendiri. Apalagi jika orang itu adalah Ibu, Bapak, dan saudara kandung kita sendiri. Mungkinkah kita menciptakan pembenaran2 kita sendiri untuk melupakan kaum papa di sekitar kita, baik keluarga maupun bukan ? Mungkinkah nurani ini telah redup lampunya dan sebentar lagi akan padam cahayanya sehingga kita tidak lagi merasa iba dengan kondisi memprihatinkan di sekitar kita ?

Dalam kasus jodoh pun sama, kadang kita mencintai makhluk Allah melebihi pencipta makhluk tersebut, yakni Allah SWT. Kita mulai menuhankan gadis/pria yang kita cintai, buktinya apa ? Kita memujanya, kita turuti segala keinginannya, image of her/him selalu terbayang di benak kita dari bangun tidur sampai ketika akan beranjak tidur kembali. Sadarkah kita bahwa dengan begini, inti tauhid, yaitu mengesakan Allah dengan senantiasa mengingatnya (baca: berdzikir), menjadi tergantikan ? Sudah terlalu banyak kasus dan contoh baik dari orang yang kita kenal, public figure, dll.. bahwa cinta itu membutakan. Ya, ungkapan yang benar seharusnya cinta itu membutakan (love is blinding) bukannya cinta itu buta (love is blind).

Dalam hal kematian pun mirip, dengan pongahnya kita menunda-nunda saat untuk bertaubat dan berhijrah, dengan alasan hidup masih panjang, saya masih ingin senang2, dll. Padahal kematian mengintip setiap saat. Saya bisa saja mati saat ini juga ketika sedang mengetik email ini sambil mendengarkan sayatan nada biola instrumentalia doaku-nya Haddad Alwi, misalnya karena serangan jantung (ayah dan kakaknya ayah saya meninggal karena sudden heart attack), atau karena sebab2 lainnya yang siap mencabut nyawa dari raga yang fana ini. Begitu pula dengan anda yang membaca email ini, hati-hatilah ... anda bisa saja meninggal seketika ketika sedang membaca email ini dengan 1001 sebab yang mungkin terjadi. Ngga perlu sakit kronis dulu u meninggal ! Teman ayah saya wafat karena tertimpa pagar besi ketika sedang membuka pagar tersebut agar mobilnya dapat masuk ke garasi. Pernahkah terlintas di benak anda sebab kematian yang satu ini ? Saya yakin jawabannya tidak.

Kembali ke pokok bahasan, ada saat2 di dalam karir dan relationship kita dengan pasangan masing2, di mana kita menomorsekiankan Allah dari hidup kita (mudah2an saya salah). Bisa saja kita sudah melakukan perintahNya dalam bentuk ritual ibadah, bahkan bukan hanya yang wajib, yang sunnah pun kita lakukan. Namun, apakah ibadah tersebut sudah terefleksikan di dalam hidup kita sehari-hari ? Silakan kita (anda dan saya) jawab pertanyaan ini di dalam hati masing2. Kita mungkin sudah tahu bahwa kita seharusnya begini, kita semestinya begitu (misal amalan yg wajib: shalat wajib,hijab/jilbab bagi wanita baligh; amalan wajib yang diutamakan: shalat di awal waktu dan sebisa mungkin berjamaah), kita dilarang ini dan tidak boleh begitu (yang haram : misal berzina --> dalam makna yang harfiah dalam hal ini sexual intercourse, atau dalam makna turunannya : kissing, deep kissing, pegang ini, pegang itu; khamar, dll). Namun mengapa dalam prakteknya kita pilih2 dalam mematuhinya ? Kita melaksanakan shalat tapi tetap korupsi di kantor misalnya, kita puasa siangnya tetapi malamnya asyik indehoy dengan pacar di kamar atau di bioskop, atau yang ringan2lah kita yang anda dan saya pernah alami di kehidupan masing2. Ada istilah populer untuk hal ini STMJ, shalat terus maksiat jalan. Pertanyaanya mengapa hal ini bisa terjadi ? Mengapa untuk bisa taubat, dan hijrah sepenuhnya itu ngga semudah kata2 : "cukup menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya" ? Mengapa ? Mengapa ? Kadang mungkin kita menangis dalam doa, meratapi kelemahan diri masing2, yang sebenarnya sudah berniat dan berazzam (baca: bertekad) untuk taubat dan hijrah. Tapi ya itu, kelemahan2 kita tersebut acap kali muncul lagi dan muncul lagi.... Benar sekali apa yang Rasulullah katakan, bahwa perang terbesar adalah perang melawan hawa nafsu ... Insya Allah kita semua (anda dan saya) bisa senantiasa istiqamah menuju Continous Improvement diri masing2 ... Yang penting kita tahu dulu posisi masing2 dan kelemahan masing2 ... untuk selanjutnya melakukan usaha tak kenal lelah untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi setiap harinya ... Ngga masalah jika dalam prakteknya kita jatuh bangun bahkan mungkin terhantam gada berulang kali ... Allah tidak pernah memalingkan pandanganNya barang seper1000 detik pun terhadap kita .Setiap amal perbuatan dan dosa, sekecil mikroba pun, akan ada balasannya. Jangan ditunda lagi ... Ramadhan sudah menjelang di 2 bulan ke depan ... Bisa jadi ini adalah Ramadhan terakhir kita ... Jangan buang waktu lagi ... Demikian pula halnya dengan saya, ngga mau buang waktu lagi ... ngga kerasa udah jam23.57, tadi abis main futsal iseng ke kantor lagi ... udah ah mau pulang dulu .... hoaaaam, ngantuk nih temans ...

Thursday, June 4, 2009

Sharks In Your Life

The Japanese have always loved fresh fish. But the waters close to Japan have not held many fish for decades.

So to feed the Japanese population, fishing boats got bigger and went farther than ever. The farther the fishermen went, the longer it took to bring in the fish. If the return trip took more than a few days, the fish were not fresh. The Japanese did not like the taste.

To solve this problem, fishing companies installed freezers on their boats. They would catch the fish and freeze them at sea. Freezers allowed the boats to go farther and stay longer. However, the Japanese could taste the difference between fresh and frozen and they did not like frozen fish. The frozen fish brought a lower price.

So fishing companies installed fish tanks. They would catch the fish and stuff them in the tanks. After a little thrashing around, the fish stopped moving. They were tired and dull, but alive. Unfortunately, the Japanese could still taste the difference. Because the fish did not move for days, they lost their fresh-fish taste.

The Japanese preferred the lively taste of fresh fish, not sluggish fish. So how did Japanese fishing companies solve this problem? How do they get fresh-tasting fish to Japan? How Japanese managed to keep the fish fresh?

To keep the fish tasting fresh, the Japanese fishing companies still put the fish in the tanks. But now they add a small shark to each tank. The shark eats a few fish, but most of the fish arrive in a very lively state. The fish are challenged.

Have you realized that some of us are also living in a pond but most of the time tired & dull, so we need a Shark in our life to keep us awake and moving? Basically in our lives Sharks are new challenges to keep us active and taste better….. The more intelligent, persistent and competent you are, the more you enjoy a challenge.

If your challenges are the correct size, and if you are steadily conquering those challenges, you are Conqueror.. You think of your challenges and get energized. You are excited to try new solutions. You have fun. You are alive!

Recommendations for us:

Instead of avoiding challenges, jump into them. Beat the heck out of them. Enjoy the game. If your challenges are too large or too numerous, do not give up. Failing makes you tired. Instead, reorganize. Find more determination, more knowledge, more help.

God didn’t promise days without pain, laughter without sorrow, sun without rain, but he did promise strength for the day, comfort for the tears and light for the way.
Disappointments are like road bumps, they slow you down a bit but you enjoy the smooth road afterwards.. Don’t stay on the bumps too long. Move on!
When you feel down because you didn’t get what you want, just sit tight and be happy, because God has thought of something better to give you. When something happens to you, good or bad, consider what it means. There’s a purpose to life’s events, to teach you how to laugh more or not to cry too hard.
No one can go back and make a brand new start. But anyone can start from now and make a brand new ending.

Monday, March 9, 2009

1 Month Reflection (4 February - 9 March 2009)

"Somewhere over the rainbow, it's where you are...
You've taken my breath away & i never wonder why...
Striving for the best so that our hope will never die ...
Though there's no guarantee what the future can be ...
You and I hopefully are meant to be" ...

Thursday, February 12, 2009

Short Bio

Gue cowok tulen, putra daerah (cyaah ngaku-ngaku..) Cirebon, menghabiskan LT3S (Lahir, TK, SD, SMP, SMA) semuanya di Cirebon. Keluarga bokap ama nyokap tergolong keluarga besar karena sodara-sodara bertebaran di mana-mana. Hal yang gue inget tentang masa TK gue adalah 3 nama : Ririn, Aditya, Yogi. Dua nama pertama adalah kakak beradik (dua-duanya cewek) temen main waktu gue umur 3-4 tahunan di Jalan Kusnan, sedangkan Yogi adalah temen TK yang tergolong jenius (waktu TK dia udah pinter baca puisi, dll, ketika anak-anak lainnya masih bingung bikin mainan dari malam/sejenis lilin). Gue ama Yogi masih keep intouch sampai sekarang, kita 1 SMA bareng, dan baru aja dia lulus jadi dokter di FK Unibraw. Sedangkan Ririn dan Aditya, gue ngga tahu rimbanya (If you, Aditya/Ririn, read this please contact me by sending a comment here).
Waktu gue naik kelas SMP ke SMA, hampir setengah murid baru SMANSA Cirebon adalah lulusan SPENSA Cirebon (SMP gue), jadi gue ketemu 6L (lu-lu lagi, lu-lu lagi). The sweetest thing about high school adalah my first girlfriend ever, Citra, yang sekarang udah mau married ama orang lain (gossip mode on). Sukses ya Cit !
Lanjut kuliah, gue sempet 1 minggu lebih 1 hari jadi mahasiswa NHI Bandung (atau STPB). Setelah cuman ngerasain dikerjain pas ospeknya doang, gue cabut ke Farmasi Unpad karena lulus SPMB. Di Jatinangor (Padepokannya Fakultas-fakultas science se-Unpad), gue bertahan selama 5,5 tahun sampai lulus jadi Apoteker. Jatinangor membawa semilyar kenangan yang ngga akan gue lupain. Banyak banget hal terjadi di era ini, dari mulai kegokilan anak-anak kosan Pondok Geulis dengan penghuni tetapnya (gue, feby, Azmi, Isa, Budi, Irwan, Rizal Ngemeng, Intan, Icha, Putri) dan kebiasaan ngeliwet di daun pisang lalu makan rame-rame (one of the greatest moment of my life); putus-nyambung-putusnya gue ama Citra; karir politik intra kampus gue; kasus gue yang bikin nangis 2 dosen di jurusan (maaf ya Bu ******); ikut demo di depan kampus DU dan Gedung Sate; orasi di depan gerbang Unpad; cari dana kegiatan BPM Unpad ke Jakarta ama Rio, Barry, Gilang lalu pulang ke Bandung ama Barry naik Prima Jasa dari Cawang sambil bawa 3 juta di tas (karena penuh, duduk di bagian paling belakang bus yang aslinya tempat AC); Gue bertemu orang-orang hebat macam Kang Ardy, Mas Welly, Rena, Widya (my role models); hampir ngga lanjut Apotekernya gue (untung berkat dukungan Mba Noorhayu "Yeni" gue bisa meyakinkan keluarga untuk lanjut kuliah Apoteker); ketemu 2 sahabat gue yang paling baik dan bisa menerima keanehan serta kelebay-an gue, Yenbow dan Vanie (Dear, you two are the best); gosip abadi gue ama Vanie; ketemu soulmate dan bikin trio Baka-san (gue, Azmi, Isa); ketemu sahabat yang baiknya ngga ketulungan dan sering banget gue minta tolong dianter kemana-mana, Muhammad Yusuf alias Ucup; dll. Dunia kerja pun menjelang, part 1 gue masuk Kalbe Farma di Cikarang selama 6 bulan, part 2 gue masuk Pfizer sampai sekarang. Ada satu nama yang ngga gue sebut di sini...She who cannot be named, You-Know-Who,...yang telah mewarnai hidup gue tanpa dia sadari. Ngga kerasa sekarang gue udah mau berumur seperempat abad, banyak yang udah gue lakuin, baik salah maupun benar. Dan banyak juga yang belum gue capai.... Tengkiuuu buat temen-temen gue yang udah bisa merubah gue yang waktu kecil cuman punya 2 teman (Ririn&Aditya), sampai sekarang jadi orang yang berisik dan ngga bisa diem dan punya hobi berteman ama siapa aja...

Saturday, February 7, 2009

Ambassador..Surga DVD

Hari ini dimulai dengan hujan di pagi hari, pergi ketemuan Mas Edy di Arion, ngga jadi ketemuan seseorang di Sky Dining, lalu lanjut ke Ambassador untuk service HP dan shopping DVD. Gileee ada bule lagi hunting dvd cuy! Pas gue lagi milih dan lagi megang Slam Dog Millionare, Bule Chinese Singapore di sebelah gue nanya..bagus ngga tuh film, gambarnya gimana, etc. Bahasanya Inggris dengan aksen malay dan chinese yang kental, jadi ngga jelas intonasinya... Dia cuman nunjukkin jarinya sambil ngomong..good haa good haa? Iki opo maksude, padahal gue udah bilang resensi filmnya...Ohh..Maksudnya dia nanya gambare piye mas ? Gue bisa ngerti dari kata-kata dia yang samar tentang "picture"...ngga jelas gitu ngomongnya.. Ngga panjang lebar gue bilang "very good mister !!"... Kocak cuy, ternyata bukan dia doang bule yang belanja DVD. Gue spotting ada 2 orang bule eropa or Amerika yang lagi hunting juga. Ternyata penikmat barang bajakan di Ambassador bukan hanya orang Indo, orang londo juga doyan cuy. Jangan-jangan di Mangga dua lama-lama bakal penuh bule yang nyari Luis Vuitton KW 1, hahahaha....

Anyhow, misi gue hunting dvd lumayan sukses..Akhirnya gue bisa dapetin Jerry Maguire... Tinggal dicek, nyala ngga di desktop gue...Ahhh...Ambas lo emang surganya DVD..Cheers.

Thursday, February 5, 2009

Superb Wednesday

Hari ini ada tiga kejadian aneh yang terjadi ama gue. Pertama, pas lagi iseng reply to all email power point lucu dari temen, dapet balasan yang ngga biasa dari recipients-nya. Actually, gue cuman kenal 1 orang aja dari 6 recipients yang ada, namanya Diny. Jadi wajar dong, kalau gue memperkenalkan diri ke yang lainnya. Kebetulan email yang gue reply adalah dari seseorang dengan inisial I, jadi aja kesannya gue hanya memperkenalkan diri ke dia. And the next was....temen-temennya ngompor-ngomporin gue ama Nona I untuk blind date lah, tukeran no HP lah, and you know lah apa maksudnya. Diny malah lebih frontal lagi, dia reply to all no HP gue ama Nona I ini ke 6 orang recipients. My natural reaction was surprissed aja gitu...bingung mesti merespon apa, dan bagaimana... Is this signal from you Lord or else ? There is something that i cannot share here, nevertheless i was in the game that Nona I's friends set up, and i chose to accept that challenge... Hahaha, everything moved so fast and ended with me sending private email only to Nona I. This one called for (pre)love thing.
Kedua masih di hari yang sama, udah lama gue ingin punya usaha sendiri, tiba-tiba Mas Edy, senior di Kampus dan pas di Kalbe, sms mengajak bertemu untuk membicarakan business plan tentang sesuatu. Awalnya gue yang sms Mas Edy duluan untuk menanyakan no HP seorang rekan bernama Mas Gege yang telah terhapus dari phone book gue. Niatnya adalah untuk melakukan sedikit penyelidikan perihal identitas Nona I (serasa di Bourne Trilogy gue :), karena Mas Gege tahu no HP teman cowok yang satu kampus dengan Nona I (man's brotherhood). Naga-naganya gue udah bikin janji ketemuan dengan Mas Edy untuk merintis perwujudan mimpi gue ini. This was about career.
Ketiga, malamnya gue ke Ambassador buat mengambil HP gue yang diservice di sana (baca postingan gue sebelumnya berjudul "Do We Ever Had Anything"). HP tersebut sebelumnya sudah dinyatakan "wafat" ama service center resmi Sony Ericsson, dan ternyata bisa dibangkitkan kembali dari kematian oleh Mas-mas service HP di Ambassador. Gue cukup bayar Rp.350.000 perak doang, padahal orang SE bilang kalaupun mau diganti IC Powernya butuh 3 juta itupun belum pasti ada stocknya. Kayaknya orang Ambas pakai sistem "kanibalisme" buat membetulkan HP gue, maksudnya dia pakai IC Power HP lain yang mirip-mirip G-900 punya gue, lalu dicoba dipasang di HP gue, dan hasilnya wooke man! Wuihh...Allah works in such a mysterious way! This refered to Life and After life after all.
Dolores gue setuju ama lo..." Oh my life...is changing everyday, every possible way.." (Dreams by the Cranberries).

Ciao Legal, Benvenuto Corporate Affairs...

Setelah 1 bulan berkutat dengan SOP, KUH Perdata, Buku Kontrak, Seri Undang-Undang HAKI di Indonesia dan hal lainnya yang berbau hukum, akhirnya gua selesai melaksanakan first chapter di legal division. I was having such a nice time here especially when having discussion with Ms. Dyah. Baik banget dah Mba Dyah, ngga pelit bagi-bagi ilmunya as lawyer. Selama di legal gua bisa komunikasi lebih mudah ama sobat gue yang bawel dan semok, Mpok Evi, secara ruangannya di sebelah ruangan MTers. Hal yang menarik ketika gua diexpose mengenai prenaptial agreement alias perjanjian pra nikah, yang menurut Mba Dyah menjadi sebuah kebutuhan kalau gua mau jadi pengusaha. Dengan agreement ini, dilakukan pemisahan harta suami dan istri, so that kalau ada apa-apa dengan sang suami yang udah jadi pengusaha (misal pailit usahanya), maka aset keluarga tersebut ngga akan disita semuanya oleh pengadilan. Menarik juga... Passion gua memang ingin punya usaha mandiri someday, terus terjun ke politik untuk memperjuangkan kesejahteraan, kesehatan, pendidikan, rakyat Indonesia. Ngga usahlah jadi politikus kalau belum kaya... Being politician itu bukan untuk cari duit bung!
Tapi kayaknya gua ngga akan bikin prenap deh ama calon istri gua entar...atau mungkin gua butuh legal advice lebih mendalam dari lawyer whether or not bikin prenap by the time pernikahan tersebut sudah menjelang.
Februari, gua dan temen-temen seperjoeangan di MT moved to Corporate Affairs Division. Setelah dapat intro mengenai job desc divisi ini, gua baru ngeh kalau dulu gua pernah interview di P&G untuk posisi yang serupa dengan nama external relation officer. Waktu itu gua udah sampai tahap akhir, interview ama BoD, tapi belom rejeki jadi gagal. Baru 4 hari di sini, kok gua ngerasa enjoy banget ya kerja jadi seorang Public relation .... Apakah ini posisi yang gua benar-benar inginkan ? Yang gua rasa sih iya, makanya sempet flash back ke masa-masa P&G tadi dan berharap waktu itu bisa lolos....
There's still long and winding road ahead...so it's a long way to go, i think i will keep walking and continue my pursuit of happyness.

Wednesday, January 28, 2009

Ayoo Indonesia..Kita Harus Menang...

Indonesia Vs Aussie 28 Januari kemarin adalah debut gue nonton langsung aksinya Bung BP dan Om Boas di Senayan... Wuih atmosfearnya mantabbs coy.. Meski cuman partai kualifikasi Piala Asia tapi udah kayak final aja semangat dan dukungan penonton ! Kayaknya kita udah kangen banget timnas kita bisa main di pentas ingternasional.. Ngga kebayang kalau Timnas masuk final Piala Asia misalnya, terus main di senayan..wuih gelegar penontonnya udah pasti bakal bikin mental pemain lawan jiper. Overall permainan Timnas kita kemarin lebih baik daripada waktu lawan Oman. Tapi tetep aja, variasi serangan yang minim, dan kurang terkoordinasinya lini depan, bikin Timnas kita lemah di penyelesaian akhir. Beda banget ama Aussie, yang meski hanya menurunkan pemain lapis kedua bahkan mungkin ketiganya, tetap bisa main terorganisir. Nomor punggung pemain-pemain Aussie kayak metromini di Jakarta cuy, ada 66 = Manggarai Blok M, 72 = lebak bulus Blok M, hahahaha.... Udah gitu gue sempet lihat ada gerombolan Bule Aussie yang naik Koantas Bima yang warnanya kuning ntu loh..sambil bawa bendera Aussie. Udah kayak The Jak aja kalau Persija mau main.... Gokil cuy... Gue juga belajar lagu baru dari pertandingan ini yang liriknya simpel "Ayoo Indonesia..Kita Harus Menang...". Lastly, two thumbs up buat The jak mania yang ngga kenal cape teriak-teriak sambil nabuh alat "perang"nya sepanjang 94 menit permainan. See you in the next Timnas Game !

Tuesday, January 27, 2009

Still a (new) Bestfriend of Mine..

Senangnya gue, akhirnya bisa juga bangun pagi di hari Minggu... Everything went so well that i found my life again. Haaaahh... Beberapa hari terakhir ini semangat gue muncul lagi, semangat untuk berubah, jadi Kamen RIder..hahahaha.. At least jadi Kamen Rider buat diri sendiri. I wanna leave my bad habit all behind... Sampe beberapa minggu yang lalu, gue masih merasakan efek buruk hidup gue yang ngga teratur, yaitu sulitnya gue untuk mengingat nama orang ! Apakah gue jadi pikun ? Ngga tuh, gue cuman menjalani hidup di rel yang sedikit melenceng kemarin. And guess what ? Setelah gue bisa breaking the habit (kayak Om Chester bilang), gue bisa inget nama orang yang baru kenalan ama gue beberapa minggu yang lalu. Buat gue ini hal yang lumayan gede. Gue bisa inget nama interviewer YISC gw, Mas Khairul. Lalu barusan gue ketemu OB GKBI, padahal pertama kenalan sekaligus terakhir ngobrol udah lama banget, it's been ages... But thanks God, gw manggil Agus and dia nengok...Hahahaha... Everything just seemed perfect when i got a brand new best friend pas Minggu 25 Januari lalu. Jadi pengen nyanyi incognito Still a friend of mine.... Plus ditambah lagi Kongkow-kongkow ama sepupu-sepupu yang udah lama pisahan..wuihh, gokil tuh kemaren kita main.... So, just like Dolores said..."oh my life, changing everyday, every possible way...."....

Wednesday, January 21, 2009

Pirlo Wonder Pass in World Cup 2006

Andrea Pirlo memang jagoan dalam memberikan assisst yang unpredictable oleh lawan...
Salah satunya di Semifinal World Cup 2006 saat Italy bertemu Germany. Pada saat kedudukan masih 0-0 di masa injury time menit ke 119, Italy mendapatkan corner yang dieksekusi oleh Del Piero. Hasil rebound dari corner tersebut, bola jatuh ke kaki Andrea. Selanjutnya, Andrea melakukan no look pass ke Fabio Grosso dalam hitungan detik, yang kemudian mengkonversinya menjadi sebuah gol indah melalui tendangan pisang. Mantaps kan ? In a slight second, Andrea bisa membuat keputusan yang tepat. Koordinasi otak, mata, dan kakinya memang brilian. Salute buat Andrea !

AC MILAN: Forever You and Me

Jika selama ini kita sering mendengar The Red Devil sebagai Manchester United, maka kini saatnya bagi setan merah dari daratan italia unjuk gigi. Ill Diavolo Rosso alias si setan merah a.k.a AC Milan adalah sebuah klub sepakbola yang berdiri pada 1899. Dari gua TK sampai sekarang, cinta gua hanya untuk AC Milan. Ngga tahu kenapa kok gua cinta banget yah ama Milan...meski prestasinya pasang surut. Gua inget banget dulu tahun 1998-an pas Milan lagi terpuruk-terpuruknya di Serie A. Saat itu terjadi pergantian pelatih berkali-kali, mulai Oscar Tabarez sampai akhirnya Don Fabio (baca: Fabio Capello) dipanggil kembali untuk menukangi Milan. Tapi tetep aja Milan ngga bisa bangkit meski udah manggil pemain-pemain top kala itu semacam Christian Ziege, Kuintet Belanda (Edgar Davids, Michael Reiziger, Patrick Kluivert, Winston Bogarde), etc. Banyak orang mencibir Milan, bahkan temen-temen gua yang ngaku Milanisti, mulai satu persatu mencampakkan label Milanistinya karena malu dan kalah debat dengan Juventini, Internisti, dan Romanisti perihal anjognya prestasi Milan. Tapi rasa cinta gua ama Rossoneri ngga pernah pudar. Sampai akhirnya Milan ditukangi Alberto Zacheroni dan akhirnya merebut takhta scudetto dari Juventus pada season 1999-2000.
Rasa cinta ini timbul pertama kali ketika gua masih TK, yaitu saat almarhum Bokap ngasih gua hadiah lebaran sepasang baju dan celana berwarna merah hitam. Bokap gua bilang, baju baru gua kayak seragam AC Milan. Nah Lho, anak TK dibilangin tentang kayak ginian mana ngerti ?! Semenjak saat itu, gua banyak nanya ke Bokap, AC Milan tuh apaan sih ? Saat itu (tahun 1988-an) memang AC Milan lagi jaya-jayanya. Trio Belanda Ruud Gullit, Marco Van Basten dan Franck Rijkaard benar-benar nancep di benak gw sebagai new idols gw saat itu.
Semenjak saat itu sampai sekarang gua cinta mati ama Milan... Idol gw di Milan saat ini adalah Andrea Pirlo. Gua suka cara main dia. Playmaker yang flexible dan mampu memainkan peran baru yang diberikan Carlo Ancelotti sebagai Deep Playmaker, atau dengan kata lain gelandang bertahan yang bertugas merancang serangan dari lini belakang-tengah. Even gua udah suka ama Pirlo pas dia masih main di Brescia, sebelum doi dipinang ama Inter Milan. And you know what...hati ini meledak gembira pas baca koran Bola di awal tahun 2000-an yang memberitakan bahwa Pirlo pindah ke AC Milan. It's like a dream comes true to have andrea worn Milan Jersey number 21. Tantangan ngga berhenti sampai di sini buat Andrea, karena at the same time Milan juga mengontrak Manuel Rui Costa, Clarence Seedorf, dan akhirnya Kaka datang pada tahun 2003. Ketiga pemain ini memiliki peran yang sama dengan Andrea Pirlo yaitu Playmaker atau kita sebut Fantasista di Italy. Di tahap inilah, Pirlo menunjukkan kelasnya sebagai pemain yang tak tergantikkan di Milan karena Andrea telah berevolusi menjadi Deep Playmaker yang ngga semua pemain mampu melakukannya. Salah satu mimpi gua adalah nonton Milan main di San Siro dan ketemu langsung ama Andrea Pirlo. Ada yang mau ikut ama gua ? Kita backpacker-an aja ntar..Hahahaha...Hope it will become true.

Do we ever had anything ?

Pernahkah terbersit di benak anda tentang apa yang anda miliki saat ini, pernah anda miliki di masa lalu, atau sesuatu yang anda idam-idamkan untuk miliki ? Do we people really possess those things ? To make it simple, i'll just share something here.
Hari Rabu 15 Januari lalu, saya mengalami musibah kecil. Dalam perjalanan pulang dari tempat kerja di GKBI Sudirman ke tempat kos di Benhil, saya terperosok ke dalam selokan. Hal ini terjadi karena selokan tersebut tertutupi banjir, sehingga menghalangi pandangan saya. Walhasil, rusaklah kedua HP yang saya miliki, di mana salah satunya baru saja 1 bulan saya miliki alias baru beli. Dalam keadaan basah kuyup saya berjalan gontai menuju kosan setelah berhasil bangkit dari selokan tersebut. Singkat kata, HP baru saya tersebut rusak dan tidak bisa digunakan kembali.
Malam itu hanya satu hal yang muncul di kepala saya yang untungnya ngga kemasukan air got sehingga masih bisa berpikir jernih, yaitu apa yang saya rasa adalah milik saya ternyata bukan milik saya. Instead semuanya adalah pinjaman or in the other way hanyalah titipan semata dari Allah kepada saya. Hal ini tentu saja sudah sering kita dengar (for those who are moeslem) di dalam khutbah jumat atau ceramah-ceramah agama, bahwasanya semua hal di dunia ini (anak, istri, suami, harta kekayaan, jabatan, etc you just mention it) sejatinya kepunyaan Allah yang Dia titipkan kepada kita untuk nantinya kita pertanggungjawniabkan di akhirat kelak. Kehilangan kali ini memang bukan kali pertama saya kehilangan sesuatu. Bahkan dulu saya pernah kehilangan seseorang dan sesuatu yang jauh lebih berharga dari sekadar HP baru. But what happenned now kinda woke me up from slumber. Saya seperti disadarkan bahwa gampang saja bagi Allah untuk mengambil kembali apa-apa yang memang sejatinya adalah milik-Nya.
Sedih ketika kehilangan seseorang atau sesuatu adalah hal yang lumrah dan manusiawi. Even Rasulullah Muhammad SAW saja pernah memasuki masa berduka kalau tidak salah ketika Khadijah mangkat menuju sang Khalik. Tapi jangan jadikan unsur manusia dalam diri kita menjadi pembenaran bagi kita untuk sedih terus menerus. Jika anda menginginkan sesuatu, mintalah kepada pemilik segala sesuatu itu. Just have some faith people. Jika anda kehilangan sesuatu, let it go and start searching for something even better that you have lost. Jika anda belum mendapatkan apa yang anda benar-benar idamkan, mungkin hanya masalah waktu saja sebelum anda mendapatkannya. Ketika itu terjadi, bisa saja yang anda peroleh tidak sama persis dengan keinginan anda, tapi saya yakin substansinya sama, bahkan lebih baik. Kadang kita sering "sok tahu" tentang apa yang terbaik bagi diri kita. Padahal Allah telah mengirimkan sinyal dan pertanda bahwa ada sesuatu atau seseorang yang jauh lebih baik. Pada tahap ini hanya satu solusinya, murnikanlah hati nurani kita, sehingga sang hati bisa menjadi tempat terakhir untuk kita bertanya. Karena melalui hati inilah kita bisa berkomunikasi dengan-Nya. Let's do it together !